Kegiatan pelatihan Nugget Sorgum Ikan untuk PMT

  • Oct 02, 2025
  • Desa Daudolu

FKM Undana Kupang Gelar Pengabdian Masyarakat di Desa Daudolu, Angkat Pangan Lokal Jadi PMT

Rote Ndao — Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Kantor Desa Daudolu, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, pada Kamis (2/10/2025).

Kegiatan bertema Optimasi Pangan Lokal melalui Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Produksi Nugget Sorgum Ikan untuk mendukung Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ini diikuti 10 kader posyandu dari lima posyandu desa setempat dengan di fasilitasi perangkat desa.

Berdasarkan Surat Tugas dari Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKM Undana Dr. Yendris K. Syamruth, S.KM., M.Kes, Nomor 3613/UN15.17.2/TU/2025 tanggal 1 Oktober 2025, kegiatan ini melibatkan dosen FKM Undana yakni Marselinus Laga Nur, S.KM., M.Kes; Grouse T. S. Oematan, S.KM., M.PH; dan Mega O. I. Liufeto, S.KM., M.Kes, serta tiga mahasiswa yaitu Revalita Yohana Riwu, Rambu Patti, dan Victor Imanuel Lawa Djo.

Ketua tim, Marselinus Laga Nur, menjelaskan Desa Daudolu dipilih sebagai lokasi kegiatan karena hasil pemetaan berbasis web mapping dan data dari Dinas Peternakan menunjukkan desa ini merupakan salah satu penghasil ikan. “Potensi lokal ini bisa dioptimalkan menjadi pangan bergizi yang mendukung program PMT dan pencegahan stunting,” ujarnya.

Penjabat Kepala Desa Daudolu, Onimus Ledoh, SE., MM, yang akan mengakhiri masa jabatannya pada 8 Oktober 2025, menyampaikan apresiasi kepada tim FKM Undana. “Walaupun persiapan hanya sehari, masyarakat sangat bersyukur bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman dalam mengolah pangan lokal menjadi makanan bergizi untuk mendukung PMT,” katanya.

Dalam kegiatan ini, tim dan peserta mempraktikkan pembuatan nugget sorgum ikan. Kader posyandu tampak antusias menyiapkan bahan, mengolah adonan, hingga mengemas hasil olahan dengan plastik vakum menggunakan mesin pres. Produk yang dihasilkan tidak hanya dikonsumsi bersama, tetapi juga diproyeksikan dapat dipasarkan.

Selain nugget sorgum ikan, tim juga memperkenalkan potensi pangan lokal lain seperti lamtoro, labu, pepaya jepang, dan bunga telang. “Selama ini lamtoro hanya dikenal sebagai pakan ternak, padahal buahnya kaya gizi. Begitu juga bunga telang, punya nilai tambah dan bisa menjadi produk unggulan jika dikelola dengan baik,” papar Mega Luifeto.

Peserta juga dibekali materi mengenai pemasaran digital, termasuk pemanfaatan media sosial dan marketplace facebook untuk memasarkan produk lokal. “Di era digital, peluang penjualan produk bergizi ini bisa lebih luas, sekaligus mendukung upaya percepatan penurunan stunting,” tambah Grouse Oematan.

Di akhir kegiatan, tim FKM Undana menyerahkan sejumlah alat pengolahan, antara lain dua mesin pres, beberapa peralatan, serta bahan-bahan pendukung. Peserta berharap agar komunikasi dengan tim terus berlanjut, sehingga pendampingan dalam pengemasan dan pemasaran produk bisa dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Menurut data desa, prevalensi stunting saat ini masih sekitar 9 persen atau 9 dari 105 anak balita. Melalui pengembangan pangan lokal bergizi, diharapkan angka ini dapat ditekan dengan optimal.


(KIM_DAUDOLU)